SURABAYA – Langkah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dalam mengelola konsesi tambang terus mendapat sorotan positif. Latar belakang profesional KH Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin di industri minyak dan gas (migas) dinilai menjadi jaminan mutu.

Ketua Forum Komunikasi Pengusaha Tambang (Forkompeta) Syaifudin menegaskan, rekam jejak Gus Kikin di sektor energi akan membawa perubahan besar. Pengelolaan tambang PBNU diyakini bakal berjalan bersih, transparan, dan membawa kemaslahatan nyata bagi umat.

Menurut Syaifudin, dunia pertambangan membutuhkan sentuhan manajemen profesional yang kuat, bukan sekadar pendekatan organisasi. Pengalaman panjang Gus Kikin di bisnis migas dinilai menjadi modal utama yang sangat mahal.

“Latar belakang profesional Gus Kikin di bidang migas itu menjadi nilai plus yang luar biasa. Beliau tahu persis bagaimana industri energi bekerja, dari regulasi hingga manajemen risiko,” ujar Syaifudin dalam keterangannya kepada media di Surabaya, Kamis (3/9/2026).

Ia menambahkan, pengalaman tersebut akan mempermudah penerapan prinsip Good Corporate Governance (GCG) dalam struktur pengelola tambang PBNU. Hal ini penting untuk menepis kekhawatiran publik terkait potensi konflik kepentingan atau salah kelola.

Selain aspek bisnis, Forkompeta optimis komitmen moral Gus Kikin sebagai tokoh pesantren akan menjaga pemanfaatan tambang ini tetap berada di jalur kemaslahatan.

“Kita tidak hanya bicara soal keuntungan materi, tapi bagaimana hasil tambang ini benar-benar mengalir untuk kemandirian umat, pendidikan, dan kesejahteraan warga NU di akar rumput. Gus Kikin adalah figur yang tepat untuk mengawal misi suci ini,” lanjut Syaifudin.

Integrasi antara pemahaman bisnis energi yang matang dan integritas moral yang tinggi diyakini akan membuat tata kelola tambang PBNU menjadi percontohan baru di Indonesia.

Sektor tambang yang selama ini kerap diidentikkan dengan masalah lingkungan dan birokrasi yang rumit diharapkan bisa dikelola secara lebih hijau, bersih, dan berorientasi pada masyarakat lokal.

Forkompeta pun menyatakan kesiapannya untuk mendukung penuh langkah PBNU di bawah pengawasan para profesional NU demi terwujudnya kedaulatan energi yang maslahat.

“Ini momentum pembuktian bahwa kader NU mampu mengelola aset strategis negara dengan profesional dan bersih,” pungkas Syaifudin. (*)

Tinggalkan Balasan